Universitas Brawijaya Jadi Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, 18 Juli 2022. PERAWI/Abdi Purmono

PERAWI.CO, Malang — Universitas Brawijaya Malang jadi salah satu perguruan tinggi terbaik dengan berada di peringkat ketujuh di Indonesia dan ke-196 perguruan tinggi terbaik di Asia berdasarkan pemeringkatan EduRank.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Reputasi UB Hendrix Yulis Setyawan, peningkatan posisi UB dalam pemeringkatan EduRank merupakan capaian yang membanggakan karena menunjukkan kualitas riset dan publikasi UB semakin diakui oleh masyarakat akademik, sebagaimana ditunjukkan oleh tingginya jumlah sitasi.

“Melalui pemeringkatan ini, kami dapat mengevaluasi kinerja riset, eksposur non-akademik, serta reputasi alumni UB dibandingkan dengan universitas lain di Indonesia,” kata Hendrix, Rabu, 19 Maret 2025.

Baca juga: Ribuan Warga Negara Asing Ingin Kuliah di Universitas Brawijaya

Ia menjelaskan, EduRank adalah lembaga pemeringkatan yang berbasis di Amerika. Lembaga ini mengukur kinerja universitas dan fakultas di seluruh dunia berdasarkan kualitas pengajaran, riset, serta citra universitas.

Pemeringkatan EduRank menggunakan metodologi yang cukup komprehensif, dengan bobot penilaian 45 persen berdasarkan kinerja akademik, 45 persen aspek non-akademik, dan 10 persen berdasarkan kualifikasi alumni.

Pemeringkatan EduRank didasarkan pada dua sumber data utama, yaitu OpenAlex dan Ahrefs. OpenAlex digunakan untuk mengukur kinerja riset, termasuk jumlah publikasi dan sitasi yang dihasilkan oleh Universitas Brawijaya, dengan bobot 45 persen dari total penilaian.

Sedangkan Ahrefs digunakan untuk mengukur popularitas dan visibilitas Universitas Brawijaya di dunia maya, khususnya dari aspek search engine optimization atau SEO dan trafik laman digital situs web atau website UB.

“Pemeringkatan EduRank tidak mempertimbangkan aspek penilaian dari perspektif dosen eksternal, mitra industri, atau alumni, melainkan hanya berfokus pada kinerja riset dan visibilitas web,” ujar Hendrix.

Baca juga: Manajemen Sampah Makanan Jadikan Mahasiswa Universitas Brawijaya Juara Satu di Italia

Kata dia, meski tren jumlah sitasi publikasi UB fluktuatif dari tahun ke tahun, secara umum mengalami peningkatan signifikan. Total publikasi UB di jurnal bereputasi Q1 meningkat lima kali lipat sejak 2019 hingga 2025.

Kinerja riset UB juga terus mengalami tren positif setiap tahunnya, dengan sedikit penurunan pada 2022 akibat dampak pandemi Covid-19. Pada 2024 UB menerbitkan 2.284 publikasi dan ditargetkan meningkat jadi 4.000 publikasi pada tahun ini.

Menurut Hendrix, keberhasilan UB dalam pemeringkatan EduRank didukung oleh berbagai program prioritas rektor, yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja riset dan internasionalisasi kampus.

Baca juga: Mahasiswa Pertanian Universitas Brawijaya Buat Pakan Ikan Berbahan Sampah Sayuran

Program-program itu, antara lain, peningkatan kualitas riset, termasuk pendanaan penelitian dan kolaborasi akademik. Program Riset Kolaborasi Internasional, yang dikelola oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), mendekatkan dosen asing dengan dosen UB melalui pendanaan riset yang berorientasi pada publikasi ilmiah.

Lalu, ada program internasionalisasi yang mencakup adjunct professor program, yaitu program kolaborasi dengan peneliti terkemuka dari luar negeri untuk meningkatkan produksi publikasi ilmiah. Saat ini, UB telah memiliki hampir 100 adjunct professor yang terlibat dalam pengajaran dan riset kolaboratif dan jumlahnya akan terus bertambah.

Visiting lecturer, yaitu program pengajaran yang melibatkan akademisi asing yang ditarget seribu orang.

UB juga punya program 3 in 1, yaitu program pengajaran satu mata kuliah yang diampu oleh tiga dosen dari tiga latar belakang berbeda: dosen internal UB, dosen dari industri, dan dosen asing.

Program 3 in 1 telah terlaksana sebanyak 200 kegiatan setiap tahun di seluruh fakultas UB, yang secara otomatis menghadirkan 200 akademisi asing dan profesional industri setiap tahunnya.

Contoh terakhir, kata Hendrix, ada UB Star Program, yaitu program mobilitas 1.000 mahasiswa ke luar negeri, dengan output berupa publikasi ilmiah, hasil penelitian, dan pengalaman akademik internasional.

Baca juga: Universitas Brawijaya Malang Kembangkan Teknologi Pemantau Perubahan Iklim dan Mitigasi Bencana

Hendrix menegaskan pencapaian peringkat ketujuh versi EduRank jadi bukti konkret bahwa UB terus meningkatkan kinerja akademik dan risetnya secara berkelanjutan.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi UB untuk terus berkembang menjadi universitas yang lebih unggul di masa depan,” kata Hendrix.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *