Ribuan Orang Datang Saat Wisata Gunung Bromo Dibuka Lagi

Wisatawan melihat lanskap Kompleks Laut Pasir Tengger pada Selasa, 19 Juli 2022. PERAWI/Abdi Purmono

PERAWI.CO, Malang — Sebanyak hampir 4 ribu orang mengunjungi kawasan wisata Gunung Bromo setelah sepekan ditutup total sementara.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) seluruh kegiatan wisata di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup total sementara mulai 28 Maret hingga 1 April 2025 untuk menghormati perayaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 pada 29-30 Maret 2025, serta perayaan dan libur Idul Fitri 1446 Hijriah pada 31 Maret-1 April tahun yang sama.

Keputusan itu diumumkan melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.6/T.8/TU/KSA.5.2/B/02/2025 Tanggal 24 Februari 2025 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Kunjungan Wisata di Seluruh Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

“Kegiatan wisata Gunung Bromo dan Ranu Regulo kembali kami buka per 2 April kemarin,” kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha kepada Perawi.co, Kamis, 3 April 2025.

Baca juga: Kawasan TNBTS Ditutup Total untuk Hormati Nyepi dan Idul Fitri

Menurut Rudijanta, jumlah wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata Bromo pada hari pertama pembukaan berjumlah 3.889 orang, 80 orang di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

Sejauh ini belum terjadi lonjakan jumlah pengunjung secara drastis sehingga untuk sementara semua pemeriksaan tiket di semua pintu masuk oleh petugas taman nasional berlangsung lancar dan aman.

Kata Rudijanta, semua pintu masuk kawasan wisata TNBTS dibuka kecuali pintu masuk pendakian Gunung Semeru. Pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih ditutup musabab kondisi ekstrem.

Baca juga: Kali Ini Pendakian Gunung Semeru Ditutup tanpa Batas Waktu

Khusus untuk kunjungan ke Ranu Regulo, seperti biasa dibuka sepanjang 08.00-16.00 WIB. Sedangkan masuk Jemplang (Kabupaten Malang), Wonokitri (Pasuruan), dan Cemoro Lawang (Probolinggo) dibuka 00.01-17.00 WIB.

Balai Besar TNBTS pun menambah kuota harian pengunjung untuk kawasan wisata Bromo sebanyak 2.000 orang selama masa libur lebaran. Rinciannya, kuota seribu orang berlaku mulai pukul 00.01 WIB dan seribu orang lagi berlaku mulai pukul 7 pagi.

Penambahan kuota dan penjadwalan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada lebih banyak pengunjung agar mereka lebih rapi mengatur jadwal kunjungan sehingga nantinya bisa memperoleh kenyamanan dan kelancaran selama berlibur di dalam kawasan TNBTS.

Rudijanta memastikan seluruh pengunjung wajib mendaftar secara daring sebelum ke Bromo. Demi kelancaran pendaftaran, Balai Besar TNBTS melakukan beberapa perbaikan sistem pemesanan secara daring atau online booking, juga pemeriksaan tiket di setiap pintu masuk kawasan wisata TNBTS.

Baca juga: Wisata Gunung Bromo Ditutup Selama Dua Hari untuk Hormati Wulan Kapitu

Booking system yang baru memungkinkan pengunjung membayar melalui QR code yang disediakan sehingga pengunjung gampang membayar dari rekening bank apa pun yang mereka punya,” ujar Rudijanta.

Meski berlangsung lancar, petugas taman nasional masih saja menemukan pengunjung yang tidak membawa bukti pemesanan tiket, terutama di pintu masuk Cemoro Lawang. Namun, petugas masih memberi toleransi dengan melayani mereka untuk melakukan pembayaran secara offline melalui loket pembayaran di pintu masuk.

Ia mengimbau kepada seluruh pengelola jip wisata untuk ikut memastikan penumpangnya sudah membawa bukti pemesanan dan pembayaran tiket masuk. Pesan serupa juga berlaku bagi agen perjalanan.

“Agar pengunjung mendapatkan kuota secara benar sehingga bisa terhindar dari potensi kepadatan atau kemacetan antrean jip pengangkut wisatawan di pintu masuk. Kan enggak enak kena macet pas berwisata, enggak nyaman, banyak waktu dan energi yang terbuang,” ujar Rudijanta.

Baca juga: Libur Nataru, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Ditambah 1.000 Orang per Hari

COPYRIGHT © PERAWI.CO 2025

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *