Perhutani Malang Mendata Kehati di Pantai Selatan Malang
PERAWI.CO, Malang — Perusahaan Umum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang mendata keanekaragaman hayati (kehati) atau biodiversitas di wilayah pantai selatan Kabupaten Malang pada 9-10 Maret 2026.
Kegiatan pendataan dipusatkan pada area hutan Pantai Balaikambang dan Pantai Regent di wilayah Dusun Balaikambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, serta Pantai Bajulmati yang berada di wilayah Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 personel Polisi Hutan (Polhut) Perhutani, ditambah para asisten Perhutani, pegawai Perhutani, unsur masyarakat, dan lima jurnalis.
Kepala Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan, selain untuk mendata potensi flora dan fauna di kawasan hutan pantai, kegiatan itu juga bertujuan untuk memantau kondisi ekosistem hutan pantai selatan yang berada dalam wilayah kerja Perhutani Malang.
“Ini kegiatan penting yang biasa disebut sebagai inventarisasi atau monitoring biodiversity (biodiversitas). Kegiatan ini melibatkan identifikasi jenis, pengukuran populasi, hingga analisis habitat yang menjadi tempat hidup berbagai spesies,” kata Kelik.
Baca juga: Burung Julang Emas Dilepas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Dalam pelaksanaannya, tim Perhutani menggunakan beberapa metode pengamatan yang umum digunakan dalam penelitian keanekaragaman hayati. Untuk pengamatan flora, petugas melakukan analisis vegetasi menggunakan metode kuadrat atau plot contoh untuk mengukur kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi jenis tumbuhan yang ada di kawasan hutan.

Petugas mengindentifikasi jenis pohon dan mengukur diameter batang pada tinggi dada atau diameter at breast height (DBH) untuk mengetahui struktur tegakan hutan. Tim juga mencatat beragam spesies tumbuhan bawah seperti tanaman liar, pakis, dan jenis tanaman obat yang tumbuh di lantai hutan. Survei jenis tanaman yang berpotensi menjadi pakan alami bagi satwa liar ikut didata.
Sedangkan pendataan fauna menggunakan metode transek (menyempitkan jalur untuk survei persebaran) dengan cara menyusuri jalur tertentu di dalam hutan untuk mencatat keberadaan mamalia, burung, maupun reptil yang ditemui di sepanjang rute pengamatan.
Baca juga: Macan Tutul Hitam Mendominasi Kawasan Timur dan Selatan Hutan TNBTS
Petugas pun mengidentifikasi pelbagai tanda kehadiran satwa liar, seperti jejak kaki, kotoran, bekas cakaran pada batang pohon, sarang, hingga sisa makanan yang ditinggalkan oleh satwa. Metode titik hitung dilakukan pada beberapa lokasi untuk mengamati aktivitas burung dan satwa lainnya.
Kegiatan itu disertai pula dengan pengecekan habitat, termasuk evaluasi kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, serta intensitas cahaya yang mempengaruhi keberadaan flora dan fauna di kawasan tersebut.
“Monitoring biodiversitas sangat penting kami lakukan secara berkala untuk mengetahui dinamika ekosistem hutan serta menjadi dasar dalam upaya perlindungan, pengelolaan, dan pelestarian atau konservasi ekosistem hutan secara berkelanjutan,” ujar Kelik.
Baca juga: Banteng Jawa Kembali Menghuni Cagar Alam Pananjung

Kelik menegaskan, kegiatan pengamatan dan patroli perlu ditingkatkan sebagai komitmen dan upaya Perhutani Malang untuk menjaga kelestarian kawasan hutan pantai selatan Malang supaya kekayaan flora dan fauna di sana tidak punah.
COPYRIGHT © PERAWI.CO 2026
